Resensi Buku "Mengawini Ibu" Karya Khrisna Pabhicara
A. Identitas Buku
Judul Buku : Mengawini Ibu
Penulis : Khrisna Pabhicara
Negara : Indonesia
Bahasa : Indonesia
Genre : Roman
Penerbit : Jakarta: Kayla Pustaka
Tahun terbit : 2010
Halaman : 167 halaman
Mengawini Ibu adalah salah satu novel karya Khrisna Pabhicara. Novel ini dicetak pertama kali pada tahun 2010 oleh Kayla Pustaka di Jakarta. Novel ini menceritakan tentang kisah seorang anak laki-laki dari Makassar yang memiliki dendam terhadap ayahnya dan meluapkannya dengan melakukan hubungan seksual terhadap ibu tirinya sendiri sebagaimana tindakan yang dilkakukan oleh ayahnya.
B. Isi Buku
1. Sinopsis
Rewa, seorang laki-laki yang terlahir adri keluarga kaya. Ayahnnya, Daeng Sambang adalah seorang pengusaha sukses yang memiliki watak keras. Ibunya, Naura Shabrina, perempuan jelita keturunan Makassr-Pakistan yang lembut lagi penurut. Bencana bermula ketika ibunya jatuh dari tangga dan semenjak saat itu tak kuasa melayani gairah suaminya. Sepanjang waktu ayahnya membawa gadis-gadis muda ke rumah dan mencumbu mereka dimana saja. Anehnya, semua nama gadis itu berinisial “N”: Nia, Nadya, Nindya, Nayla, Nisrina, dan Nadira. Rewa menjadi saksi mata atas pengkhianatan ayahnya dan kesetiaan ibunya yang berjalan beriringan, hingga akhirnya ibunya meninggal dunia. Dari sanalah dendam kepada sang ayah bermula.
Tetapi pada suatu hari, ketika Rewa melihat tubuh molek salah seorang “ibu” barunya tergolek diatas ranjang, dia seolah dirasuki oleh roh ayahnya. Gairahnya bangkit seketika. Secara naluriah dia langsung menggaulinya, lalu menjadi kecanduan setelahnya. Hampir semua “ibunya” pernah dia kawini. Rewa terjebak dalam permainan berbahaya. Dia tersekap di antara hawa nafsu titisan ayahnya dan cinta kasih ibunya yang penuh dengan kesabaran dan permaafan.
Mengawini Ibu membabarkan makna dan hakikat cinta, kesetiaan, kerinduan, kebencian serta kemurkaan. Sebuah senarai kisah yang digali dari khazanah tradisi, diramu dalam narasi-narasi seakan hendak menyadarkan betapa dekatnya cinta dan benci tak henti-henti bertarung di ruang yang sangat sempit bernama hati.
2. Kelebihan
Buku ini dikemas dengan bahasa yang menarik, diksi yang digunakan membuat pembaca tidak merasa bosan. Buku ini penuh dengan pesan-pesan moral bagaimana hakikat cinta yang sesungguhnya. Di dalam novel Mengawini Ibu ini juga diselipi dengan beberapa gambar yang tentunya dapat menarik minat pembaca. Penggunaan bahasa daerah Makassar yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dapat menambah wawasan pembaca serta dapat mempelajari budaya dan adat istiadat Makassar.
3. Kelemahan
Kelemahannya yaitu buku ini belum pantas untuk dibaca oleh anak-anak dibawah umur karena isinya yang berbau seksual. Selain itu, penggunaan bahasa daerah Makassar namun tidak diartikan ke dalam bahasa Indonesia membuat pembaca kurang memahami maksud cerita di dalamnya.Sehingga menambah ketidakpraktisan pembaca dalam memahami istilah-istilah tersebut. Selain itu, cover dari buku ini sendiri yang terkesan jadul membuat buku ini kurang menarik untuk dibaca.
C. Kesimpulan
Buku ini layak dibaca oleh kalangan masyarakat berusia 17 tahun keatas karena buku ini menyajikan kisah yang membabarkan bagaimana hakikat cinta yang sesungguhnya. Buku ini juga penuh dengan nilai-nilai kehidupan yang patut dijadikan sebagai pedoman hidup. Buku ini juga disajikan dengan tradisi-tradisi Makassar yang penuh makna sehingga bisa menambah wawasan bagi pembaca.
Sumber:
Novel Mengawini Ibu Karya Khrisna Pabhicara
http://library.uny.ac.id
http://library.uny.ac.id/sirkulasi/index.php?search=search&keywords=Mengawini
Komentar
Posting Komentar