Laporan Penelitian Pertumbuhan Kecambah
Laporan
Karya Ilmiah
Pengaruh
Cahaya Matahari terhadap Pertumbuhan Kecambah
Disusun
oleh:
Arsa
Kharis Najib -09-
Sheila
Octarina N.A -29-
Shevatsa
Dheya D -30-
Tristan
Ocsheva I -31-
XI
MIPA 3
SMA
N 1 Kasihan
2017/2018
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Matahari merupakan sumber energi terbesar di alam
semesta. Energi matahari diradiasikan kesegala arah dan hanya sebagian kecil
saya yang diterima oleh bumi. Energi matahari yang dipancarkan ke bumi berupa
energi radiasi. Disebut radiasi dikarenakan aliran energi matahari menuju ke
bumi tidak membutuhkan medium untuk mentransmisikannya. Energi matahari yang
jatuh ke permukaan bumi berbentuk gelombang elektromagentik yang menjalar
dengan kecepatan cahaya. Panjang gelombang radiasi matahari sangat pendek dan
biasanya dinyatakan dalam mikron (Tjasjono, 1995:55).
Cahaya matahari adalah cahaya yang berasal dari
Matahari. Tanaman menggunakan cahaya matahari untuk
berfotosintesis dan membuat makanan. Tanaman memerlukan cahaya matahari
tumbuh hijau. Dengan air tanpa cahaya matahari, tanaman akan
tumbuh tinggi dengan cepat, namun akan
terlihat kuning dan kekurangan air, meskipun saat disentuh, daunnya teraba
amat basah (Wikipedia.org).
Cahaya yang dibutuhkan setiap tumbuhan tidak selalu
sama. Ada jenis tumbuhan yang memerlukan cahaya penuh dan ada pula yang
memerlukan remang-remang untuk pertumbuhannya. Banyak sekali teori yang
menjelaskan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tumbuhan. Namun teori
tersebut belum sepenuhnya dapat dipelajari jika kita belum mengetahui kebenarannya
pada lingkungan kita. Untuk itu, penulis mengadakan penelitian untuk
membuktikan kebenaran teori tersebut. Dengan berlandaskan teori tersebut,
didalam penelitian ini, penulis akan mengamati pertumbuhan tumbuhan kecambah.
1.2
Rumusan Masalah
Bagaimana perbedaan pertumbuhan batang dan daun
kecambah yang ditanam di tempat yang berbeda intensitas cahayanya?
1.3
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan batang dan daun
kecambah yang ditanam di tempat yang berbeda intensitas cahayanya.
1.4
Manfaat
Untuk menambah wawasan tentang pertumbuhan kecambah
serta diharapkan agar pembaca dapat menanam kecambah dengan intensitas cahaya
yang tepat sehingga menghasilkan hasil tanaman yang baik.
BAB
II
KAJIAN
TEORI
2.1 Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang
irreversible (tidak dapat balik) karena adanya pembelahan mitosis atau
pembesaran sel; dapat pula disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur
dan dinyatakan secara kuantitatif (Anonim, 2012).
Tumbuhan bertambah tinggi dan besar disebabkan oleh
dua hal. Pertama, pertambahan jumlah sel sebagai hasil pembelahan mitosis pada
meristem (titik tumbuh) di titik tumbuh primer dan sekunder. Kedua, pertambahan
komponen-komponen seluler dan adanya diferensiasi sel. Misalnya penyerapan air
ke dalam vakuola yang menyebabkan sel membesar serta terbentuknya jaringan,
organ, dan individu melalui proses diferensiasi sel dan atau / spesialisasi
(Anonim, 2012).
Banyak faktor yang mepengaruhi pertumbuhan diantaranya
adalah faktor genetik untuk internal dan faktor eksternal terdiri dari cahaya,
kelembapan, suhu, air, dan hormon. Untuk proses perkecambahan banyak di
pengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon, walaupun faktor yang lain ikut
mempengaruhi. Menurut literatur, perkecambahan di pengaruhi oleh hormon auksin,
jika melakukan perkecambahan di tempat yang gelap maka akan tumbuh lebih cepat
namun bengkok, hal itu disebabkan karena hormon auksin sangat peka terhadap
cahaya, jika pertumbuhannya kurang
merata. Sedangkan di tempat yang perkecambahan akan terjadi relatif lebih lama,
hal itu juga di sebabkan pengaruh hormon auksin yang aktif secara merata ketika
terkena cahaya. Sehingga di hasilkan tumbuhan yang normal atau lurus menjulur
ke atas (Sitompul, 1995).
2.2
Perkecambahan
Perkecambahan adalah langkah pertama perkembangan
atau pertumbuhan spora pada tahap memasuki stadium lain dalam daur hidup suatu
jamur (KBBI)
Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari
lingkungan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media
lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut
tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari
tanah maupun dari udara (dalam bentuk uap air ataupun embun). Efek yang terjadi
membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji yang melunak
(Latunra, 2012).
2.2.1 Proses Perkecambahan
Proses Fisika, (a) Terjadi ketika
biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial air rendah pada biji yang
kering. Proses Kimia, (b) Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan
hormone giberelin (GA). (c) Hormon GA mendorong aleuron (lapisan tipis bagian
luar endosperma) untuk sintesis dan mengeluarkan enzim. (d) Enzim bekerja
menghidrolisis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma.
2.2.2 Macam Perkecambahan
Berdasarkan letak kotiledon pada
saat perkecambahan, ada dua tipe perkecambahan, yaitu:
·
Perkecambahan Epigeal: Terangkatnya
kotiledon dan plamula ke permukaan tanah.
·
Perkecambahan Hipogeal:
Tertinggalnya kotiledon didalam tanah, sedang plamula tetap menembus tanah.
Pada akhir perkecambahan terbentuk akar, batang dan
daun. Selanjutnya, tumbuhan mengalami pertumbuhan, yaitu:
¨
Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan yang
terjadi karena aktivitas meristem apikal (terdapat pada ujung batang dan ujung
akar), menyebabkan pemanjangan akar dan batang.
¨
Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder
terjadi akibat aktivitas pembelahan mitosisi pada jaringan meristem sekunder
(lateral) sehingga mengakibatkan diameter batang dan akar bertambah besar.
2.3
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tumbuhan
A. Faktor Internal (Dalam)
·
Faktor
Intraseluler/Genetis
Gen mengandung faktor-faktor sifat keturunan yang
dapat diturunkan pada keturunnanya. Gen juga berfungsi untuk mengkontrol reaksi
kimia didalam sel, misalnya sintesis protein.
·
Faktor
Interseluler/Fisiologi
Proses yang terjadi merupakan
proses fungsional tingkat seluler. Hormon adalah regulator pertumbuhan yang
sangat esensial yang dibuat pada suatu bagian tumbuhan. Hormon tumbuhan disebut
fitohormon. Hormon itu diantaranya:
¨
Auksin
¨
Giberelin
¨
Etilen
¨
Sitokinin
¨
Asam absisat
¨
Kalin
¨
Asam traumalin
B.
Faktor Eksternal/Luar (Lingkungan)
A. Air
B. Cahaya
C. Kelembapan
D. Nutrien
E. Suhu
F. Oksigen
G. pH medium (Tingkat keasaman)
2.4
Objek Penelitian (Kacang Hijau)
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim
yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Dalam dunia tumbuh-tumbuhan,
tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super
Divis : Spermatophyta (Menghasilkan
biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua /
dikotil)
Sub
Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Phaseolus
Spesies : Phaseolus radiatus L.
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan
ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya.
Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna
batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Daunnya trifoliate
(terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup
panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hiaju tua.
Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang
serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Polong kacang hijau berebntuk
silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu
muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap
polong berisi 10-15 biji.
Di dalam kacang hijau terdapat berbagai kandungan,
antara lain: Protein (memperkuat daya tahan tubuh). Kalsium dan fosfor
(memperkuat tulang). Vitamin B1 (membantu proses pertumbuhan dan menghasilkan
energy). Vitamin B2 (membantu penyerapan protein dalam tubuh). Vitamin E
(membantu meningkatkan kesuburan). Zat besi (membantu pembentukan sel darah
merah). Magnesium (menjaga fungsi otot dan syaraf) dan rendah lemak. Terdapat
antioksidan yang berguna bagi tubuh.
2.5
Hipotesis
Hipotesis penelitian ini adalah cahaya dapat
mempengaruhi pertumbuhan kecambah, yaitu membuat hasil tanaman yang kurang
sehat. Tumbuhan biji kacang hijau yang berada dilingkungan yang intensitas
cahayanya berbeda akan menghasilkan tinggi yang berbeda. Tumbuhan di tempat terang
akan lebih cepat tinggi daripada tumbuhan yang berada di tempat
terang/bercahaya. Namun, memiliki perbedaan pada keadaan batang dan daun
tumbuhan kacang hijau.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1. Teknik Analisis Data
Metode penelitian yang digunakan adalah metode
eksperimen. Eksperimen adalah percobaan yang bersistem dan berencana untuk
membuktikan kebenaran suatu teori (KBBI).
3.2.
Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat : Di
Waktu : Kamis, 30 Agustus 2018 – Kamis, 6 September 2018
3.3.
Variabel
-Variabel bebas adalah cahaya matahari.
-Variabel terikat adalah pertumbuhan kecambah kacang hijau.
-Variabel kontrol
adalah Botol air mineral,
kapas, biji kacang hijau,
dan penyiraman.
3.4.
Alat dan Bahan Penelitian
Alat dan Bahan yang digunakan:
1. Biji kacang hijau
2. Cup kecil
3. Tanah
4. Air
5. Penggaris dan kertas
3.5.
Cara Kerja Penelitian
1. Sediakan dua buah cup kecil yang diisi dengan
tanah berkualitas sama
2. Letakkan 3 biji kacang hijau kedalam cup kecil
3. Letakkan salah satu cup di luar ruangan/tempat
yang terkena cahaya matahari. Dan letakkan cup lainnya di dalam tempat tertutup
agar terhindar dari cahaya matahari.
6. Siramlah kacang hijau setiap hari
7. Ukur dan amati setiap pertumbuhan batang dan daun
kacang hijau setiap harinya.
3.6.
Cara Pengambilan Data
Data diukur dan dicatat setiap hari pada pukul 15.30
WIB. Ketika pengukuran agar jelas tumbuhan mana yang akan diukur maka kami
memberi tanda, agar untuk hari selanjutnya data yang didapat tidak rancu.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1
Tabel dan Data Hasil Penelitian
A. Tempat terang
1) Tabel Pertumbuhan
|
Hari
Ke
|
Pertumbuhan
(cm)
|
Rata-rata
(cm)
|
||
|
|
|
|
||
|
|
I
|
II
|
III
|
|
|
1
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
|
2
|
0.5
|
0.4
|
0.5
|
0.47
|
|
3
|
1.7
|
1.5
|
1.6
|
1.6
|
|
4
|
3.3
|
3.5
|
3.9
|
3.57
|
|
5
|
5.9
|
5.4
|
5.3
|
5.53
|
|
6
|
9.9
|
6.9
|
9.7
|
8.83
|
2)
Tabel Perkembangan
|
Hari
ke-
|
Perkembangan
|
|
1
|
-
|
|
2
|
·
Biji kecambah mulai memecah
sebagian dan mulai berubah warna menjadi kuning
|
|
3
|
·
Biji berubah menjadi
warna pink keunguan
·
Batang mulai tampak
|
|
4
|
·
Batang mulai tumbuh
dengan cepat
|
|
5
|
·
Batang bertumbuh
lebih cepat tetapi melengkung
·
Daun mulai tumbuh
|
|
6
|
·
Batang bertumbuh sangat panjang tetapi melengkung
·
Daun yang tumbuh
berwarna kuning layu
|
B.
Tempat Gelap
|
Hari
Ke
|
Pertumbuhan
(cm)
|
Rata-rata
(cm)
|
||
|
|
|
|
||
|
|
I
|
II
|
III
|
|
|
1
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
0.00
|
|
2
|
1.2
|
1.5
|
1.5
|
1.4
|
|
3
|
1.9
|
2.1
|
2.0
|
2.0
|
|
4
|
2.2
|
2.5
|
2.3
|
2.33
|
|
5
|
2.8
|
3.0
|
2.8
|
2.87
|
|
6
|
3.1
|
3.4
|
3.2
|
3.23
|
2)
Tabel Perkembangan
|
Hari
ke-
|
Perkembangan
|
|
1
|
-
|
|
2
|
|
|
3
|
|
|
4
|
|
|
5
|
|
|
6
|
|
4.1
Pembahasan
Berdasarkan eksperimen yang dilakukan telah
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan batang dan daun pada kecambah
di tempat yang terkena cahaya dan yang tidak terkena cahaya (gelap). Hal ini
menunjukkan bahwa cahaya mempengaruhi pertumbuhan batang dan biji kecambah.
Apabila ditanam di tempat terang, maka tanaman batang
kecambah akan tumbuh lebih panjang tetapi melengkung tidak kokoh, dan memiliki
daun yang berwarna kuning layu. Jika ditanam di tempat gelap, maka batang kecambah
akan tumbuh lebih pendek tetapi tegak kokoh, serta berdaun hijau segar.
BAB
V
PENUTUP
5.1.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian pengaruh cahaya matahari
terhadap pertumbuhan kecambah, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat
mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman.
Dari penelitian yang telah dilakukan, biji kacang
hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji
kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang)
pertumbuhannya lebih lambat,
daunnya berwarna hijau,
dan tumbuhan tegak.
Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap)
pertumbuhannya lebih cepat dan daunnya berwarna
Kuning (pucat), dan batang bengkok.
5.2.
Saran
Sebaiknya, percobaan dilakukan dalam waktu yang
lebih lama agar terlihat lebih jelas dan lebih detail dalam menyimpulkan
perbedaan antara tumbuhan yang berada ditempat terang dan berada ditempat
gelap. Sebaiknya setelah melakukan pengukuran terhadap tumbuhan, lalu diberi
tanda, agar pengukuran berikutnya tidak terjadi kesalahan. Dan sebaiknya medium
tempat tumbuh kacang hijau tersebut lebih besar, agar pertumbuhannya maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Sitimapmap.blogspot.co.id/2015/07/perkecambahan-kacang-hijau-media-kapas.html?m=1
http://ikhwan-insancita.blogspot.com/2012/05/laporan-praktikum-pengaruh-cahaya.html
http://prabowogetto.blogspot.com/2010/02/laporan-pengaruh-cahaya-matahari.html
http://faridnyzer.blogspot.com/2011/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
http://karedok.net/modul-buku/bab-i-pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan
http://texbuk.blogspot.com/2012/01/pengaruh-faktor-luar-eksternal-terhadap.html
http://budisma.web.id/materi/sma/kelas-xii-biologi/pengaruh-faktor-luar-eksternal-terhadap
pertumbuhan-tumbuhan/
http://alfiyanfaqih.blogspot.com/2011/08/pengaruh-cahaya-matahari-terhadap.html
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_bio_056518_chapter3.pdf

Komentar
Posting Komentar